
John George Terry adalah seorang pemain sepakbola profesional. Ia lahir di London pada 7 Desember 31 tahun silam. JT - panggilannya - menghabiskan sebagian besar karirnya di Chelsea, klub yang sampai saat ini masih dibelanya. Bahkan, atas dedikasi dan prestasinya, kini Terry menyandang status sebagai kapten Chelsea. Tidak hanya di Chelsea, JT juga kokoh menjaga pertahanan Tim Nasional Inggris. JT juga kini menjabat sebagai kapten The Three Lions - sebutan Tim Nasional Inggris - di semua kompetisi. JT akhir-akhir ini kerap terlibat berbagai masalah. 2 tahun yang lalu, JT terlibat kasus perselingkuhan. Panasnya pemberitaan dan permintaan publik membuat Fabio Capello, pelatih Tim Nasional Inggris saat itu, mencopotnya dari jabatan kapten. Jabatan itu pun akhirnya kembali lagi secara kontroversial atas berbagai pertimbangan Capello. November 2011 kemarin JT kembali terlibat masalah. Ia diadukan oleh Anton Ferdinand, bek Queens Park Rangers, atas tindakan rasismenya. Hal ini juga didukung oleh beredarnya video gerakan bibir JT yang terlihat jelas (sebenernya gue belom liat) mengucapkan kata-kata kasar. Lagi-lagi secara kontroversial, sidang ditunda.
Penulis mempertanyakan keistimewaan JT, maka gue akan menjawabnya sepengetahuan gue dan sesokkenalan gue. Haha
Meskipun gue nggak kenal JT, menurut gue JT adalah inspirasi. Yepp performanya di lapangan udah nggak bisa dibantah lagi. JT adala salah satu defender paling konsisten di Liga Inggris, ups, gue rasa di dunia. Berkali-kali gue tonton pertandigan Chelsea dan Inggris, jarang sekali gue temukan kesalahan-kesalahan dibikin oleh JT. Dia sangat rapi secara individual, maupun secara tim. Dia memposisikan diri dengan baik, dan mengatur posisi teman-temannya juga dengan baik. JT tahu kapan harus maju melakukan pressing kepada lawan, dan kapan harus menunggu untuk menutup jalur operan. Acap kali kita lihat JT maju saat tendangan sudut atau tendangan bebas, nihil kita lihat serangan balik berdampak buruk bagi timnya. Secara permainan, selesai.
Dari sisi lain secara personal, yang gue sering denger adalah JT itu seorang teman yang baik. Gue mungkin nggak bisa kasih sumber disini, tapi JT memang jarang sekali kelihatan sulit berteman (kecuali dengan Bridge dan Ferdinand yak haha). JT adalah kapten yang memang dipilih sendiri oleh seluruh teman-temannya ketika Jose Mourinho memberikan kesempatan ini. Ia adalah pemain yang tidak bosan berteriak di lapangan untuk menyemangati teman-temannya. Ia juga sering kali berlari mendatangi wasit untuk mengklarifikasi keputusannya yang dirasa merugikan teman JT. Menurut gue secara umum, JT adalah pribadi yang baik.
Dari segi mental pun JT adalah seorang juara. Dari sini gue akan mengakui bahwa menurut gue JT adalah seorang yang dominan dan memiliki determinasi tinggi. JT adalah tipe orang yang nggak bisa dipimpin, kecuali oleh mentornya. Dia adalah tipe orang yang harus jadi 'seseorang' di generasinya. Kalau dia nggak disitu, dia kacau. Tapi dilihat dari sisi lain, mungkin kita harus putar ulang beberapa rekaman pertandingan. Nggak jarang JT sepanjang permainan menerima cemoohan dari supporter lawan. Hanya saja, ternyata hal itu sama sekali nggak menurunkan performanya. Lihat saja ketika Chelsea menggusur QPR dari Piala FA. Sepanjang pertandingan JT nggak sepi dari teriakan-teriakan kasar. Nyatanya gawang Chelsea tetap bersih, dan memang JT nggak bikin kesalahan sama sekali. Dia adalah profesional. Dia tahu apa yang harus dilakukan di lapangan, nggak perduli apa yang terjadi di luar.
Sedikit ofensif, penulis memberikan opsi Joe Hart, Rio Ferdinand, Steven Gerrard, dan Frank Lampard. Menurut gue pribadi, di timnas Inggris cuma tinggal JT-lah yang paling sesuai. Nama pertama usianya terlalu muda, pun di Inggris cap-nya masih belum banyak. Selama masih ada JT di depan dia, jabatan kapten cuma akan jadi beban buat Hart. 3 nama terakhir adalah matahari sore di timnas Inggris. Ferdinand sudah nggak pernah dipanggil lagi dengan alasan jarang main di United. Secara mental mungkin boleh lah untuk menggantikan. Tapi tetep kalo ngomongin kontroversial, Rio juga nggak sepi dari itu. Frank Lampard sementara itu akan selalu jadi nomer dua selama ada Terry. Di timnas Inggris pun Lampard sudah terpinggirkan sejak duo Jack Wilshere - Scott Parker hadir. Bahkan selama ini muncul pendapat bahwa Lampard - Gerrard tidak bisa dimainkan bersama. Alasan yang sama juga muncul untuk Stevie G. Dia sudah jarang main di timnas Inggris. Secara mental mungkin nggak kalah, namun Stevie G bukan seorang inspirasi dalam sebuah tim. Lihat saja Liverpool yang nggak banyak berubah sebelum dan setelah Gerrard sembuh dari cideranya.
Jadi, kenapa Terry nggak istimewa? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar