1.) Saga transfer Cesc Fabregas

It wouldn't happen in this transfer window. Why? The price! I mean, the ego haha. Arsenal pastilah nggak akan mau ngeset harga murah buat kaptennya, dan satu-satunya playmaker berkualitas dunia di skuadnya. Okay, Cesc deserves it. Tapi Barca nggak akan rela ngeluarin duit sebanyak itu buat Cesc. Nggak akan seperti saat mereka meggelontorkan dana buat datengin Marc Overmars, Zlatan Ibrahimovic, atau Alexis Sanchez yang belum resmi sekalipun. Hihi. Nggak akan. Kenapa? Karena mereka masih merasa Cesc adalah pemain mereka! Itu pemain yang mereka temuin dan mereka didik dengan baik untuk dipersiapkan jadi pemain masa depan mereka. Siapa Arsenal buat Barca? Pencuri! Despite the fact of Cesc lebih banyak menghabiskan masa pendidikan dan pelatihan sepak bolanya di Arsenal, tapi buat Barca Arsenal itu cuma klub yang sudah mencuri mutiara dari kantung mereka. Apa ada yang mau membayar untuk sesuatu yang dicuri dari mereka?
2.) Kisruh Kepelatihan Timnas Indonesia

Wilkommen Wijmsberg! Atau siapapun namanya mengingat gue ngga terlalu perduli siapa dia. Kenapa makhluk satu ini ditunjuk jadi pelatih kepala timnas, sementara Alfred Riedl yang sukses membangun timnas Indonesia dari keterpurukan justru disingkirkan? Sejenak gue akan mengingatkan bahwa si Wijmsberg or something ini adalah pelatih PSM Makassar yang merupakan klub LPI, sementara Alfred Riedl adalah pelatih kepala timnas Indonesia era Nurdin Halid. Cuma mau mengingatkan, gue nggak mau berspekulasi soal politik sepak bola. Jadi jangan heran di luar sana banyak orang yang ngomongin dan mencaci maki. Buat gue sendiri, kenapa PSSI yang baru belum mau mempekerjakan Alfred kembali adalah karena masalah kontrak. Yepp, alesan kontrak yang belum ketemu itu 100% bisa gue terima. Kenapa? Karena PSSI yang baru ini nggak tau harus menggaji Alfred berapa, dan bonus apa saja yang harus dikasih. Nanti misalnya Alfred suatu hari dateng ke Pak Djohan Arifin terus bilang, "saya belum digaji 3 bulan. 10 juta dollar," mana buktiknya? Itu cuma contoh ya. Jadi maksud gue adalah, ketika kita aja nggak tahu apa kewajiban kita, ya nggak mungkin kan kita paksakan untuk berjalan. Penunjukkan pelatih kepala baru juga masuk akal, mengingat kalo nunjuk yang lama, akan timbul "seolah-olah" Alfred sudah pasti dipertahankan oleh PSSI baru - padahal, si PSSI baru ini sendiri juga nggak tahu si Alfred harus diapain. Jadi gue rasa Wijmsberg ini hanya akan menjadi pelatih kepala sementara, mengingat kualifikasi pra-piala dunia sudah hitungan hari. Ya tapi, kalo misalnya ternyata ceritanya berbeda di ujung, hehe berarti spekulasi gue salah dan yah kalian bisa nilai sendiri lah siapa PSSI baru kita ini. Buat gue yang penting sepak bola Indonesia bisa maju dan nggak carut-marut kayak sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar